Makalah perpustakaan

PENDAHULUAN

PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

  1. Kedudukan Perpustakaan

Kita semua menyadari bahwa kemajuan suatu bangsa amat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Demikian pula dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas tinggi tidak bisa lepas dari pendidikan. Kegiatan memajukan pendidikan diIndonesia telah dilakukan antara lain melalui peningkatan pendidikan yang diwujudkan dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pasal 1 menyebutkan, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Salah satu sarana dalam menunjang proses belajar dan mengajar di sekolah adalah  perpustakaan. Perpustakaan sekolah dewasa ini bukan hanya merupakan unit kerja yang menyediakan bacaan guna menambah pengetahuan dan wawasan bagi murid, tapi juga merupakan bagian yang integral pembelajaran. Artinya, penyelenggaraan perpustakaan sekolah harus sejalan dengan visi dan misi sekolah dengan mengadakan bahan bacaan bermutu yang sesuai kurikulum, menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan bidang studi, dan kegiatan penunjang lain, misalnya berkaitan dengan peristiwa penting yang diperingati di sekolah.

Dengan membanjirnya informasi dalam skala global, perpustakaan sekolah diharapkan tidak hanya menyediakan buku bacaan saja namun juga perlu menyediakan sumber informasi lainnya, seperti bahan audio-visual dan multimedia, serta akses informasi ke internet. Akses ke internet ini diperlukan untuk menambah dan melengkapi pengetahuan anak dari sumber lain yang tidak dimiliki oleh perpustakaan di sekolah. Menyikapi hal ini pustakawan sekolah dan guru perlu mengajarkan kepada murid untuk dapat mengenali jenis informasi apa saja yang diperlukan dan menelusurinya melalui sumber informasi tersebut di atas. Untuk itu diperlukan program pengetahuan tentang literasi informasi di sekolah. Dengan mengikuti program semacam itu murid diarahkan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah melalui informasi yang diperolehnya. Kemampuan ini juga kelak akan bermanfaat di kemudian hari dalam meniti perjalanan kariernya.

  1. Manfaat Perpustakaan

Peranan perpustakaan di dalam pendidikan amatlah penting, yaitu untuk membantu terselenggaranya pendidikan dengan baik. Dengan demikian sasaran dan tujuan operasional dari perpustakaan sekolah adalah untuk memperkaya, mendukung, memberikan kekuatan dan mengupayakan penerapan program pendidikan yang memenuhi setiap kebutuhan siswa, disamping itu mendorong dan memungkinkan tiap siswa mengoptimalkan potensi mereka sebagai pelajar.

Penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk menyimpan bahan-bahan pustaka, tetapi dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu segala bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menujang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah murid-murid.

Perpustakaan sekolah sebagai perangkat perlengkapan pendidikan mempunyai tugas:

  1. Menyerap dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar mengajar.
  2. Mewujudkan suatu wadah pengetahuan dengan administrasi dan organisasi yang sesuai sehingga memudahkan penggunanya.
  3. Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat guna untuk kegiatan konsultasi bagi pengajar dan pelajar.
  4. Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekresi yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera, mengembangkan daya kreatif.
  5. Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik sehingga pengajar dan pelajar tertarik dan dapat menjadi terbiasa dalam menggunakan perpustakaan.
  6. Pusat layanan bahan pustaka bagi siswa dan guru. Memberikan bimbingan membaca Perpustakaan sekolah tampak bermanfaat apabila benar-benar memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tinginya prestasi murid-murid, tetapi lebih jauh lagi, antar lain adalah murid-murid mampu mencari, menemukan, menyaring dan menilai informasi, murid-murid terbiasa belajar mandiri, murid-murid terlatih kearah tanggung jawab, murid-murid selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya.

Secara terperinci, manfaat perpustakaan sekolah, baik yang diselenggarakan di sekolah dasar, maupun di sekolah menengah adalah sebagai berikut:

  1. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid tehadap membaca.
  2. Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
  3. Perpustakaan sekolah dapat menambah kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri.
  4. Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
  5. Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.
  6. Perpustakaan sekolah harus dapat melatih murid-murid kearah tanggung jawab.
  7. Perpustakaan sekolah harus dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah.
  8. Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
  9. Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


 

BAB I

MISI DAN KEBIJAKAN

 

“Perpustakaan sekolah dalam pendidikan dan pembelajaran untuk semua”.

  1. Misi

Perpustakaan sekolah menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam  masyarakat  masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan. Perpustakaan sekolah merupakan  sarana bagi para  murid agar  terampil belajar sepanjang  hayat dan  mampu  mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

  1. Kebijakan

Perpustakaan sekolah hendaknya dikelola dalam kerangka kerja kebijakan yang tersusun secara jelas. Kebijakan perpustakaan sekolah disusun dengan mempertimbangkan berbagai kebijakan dan  kebutuhan sekolah  yang menyeluruh, serta mencerminkan etos, tujuan dan sasaran maupun kenyataan sekolah.

Kebijakan tersebut menentukan kapan, di mana, untuk siapa dan oleh siapa potensi maksimal akan dilaksanakan. Kebijakan perpustakaan akan dapat dilaksanakan  bila komunitas sekolah mendukung dan memberikan sumbangan pada maksud dan tujuan yang ditetapkan di dalam kebijakan. Karena itu, kebijakan tersebut harus tertulis dengan sebanyak mungkin keterlibatan yang berjalan  secara dinamis, melalui banyak konsultasi yang dapat diterangkan,serta hendaknya disebarkan seluas mungkin melalui media cetak.

Dengan demikian, filosofi, ide, konsep dan maksud untuk pelaksanaan dan pengembangannya akan makin jelas serta dimengerti dan diterima, sehingga hal itu dapat segera dikerjakan secara efektif dan penuh semangat. Kebijakan tersebut harus komprehensif serta dapat dilaksanakan. Kebijakan perpustakaan sekolah tidak boleh ditulis oleh pustakawan sekolah sendirian, tetapi harus melibatkan para guru dan  manajemen senior. Konsep kebijakan harus dikonsultasikan secara luas di sekolah dan mendapat dukungan melalui diskusi terbuka yang mendalam. Dokumen dan rencana kerja berikutnya akan menjelaskan peranan perpustakaan dalam hubungannya dengan berbagai aspek berikut:

  1. kurikulum sekolah
  2. metode pembelajaran di sekolah
  3. memenuhi standar dan kriteria nasional dan local
  4. kebutuhan pengembangan pribadidan pembelajaranmurid dan
  5. kebutuhan tenaga pendidikan bagi staf
  6. meningkatkan arah keberhasilan.

Komponen yang memberikan sumbangan ikut ambil bagian dalam perpustakaan sekolah yang dikelola dengan baik dan efektif secara maksimal adalah sebagai berikut:

  1. anggaran dan pendanaan
  2. tempat/lokasi
  3. sumberdaya
  4. organisasi
  5. ketenagaan
  6. penggunaan perpustakaan
  7. promosi.

Semua komponen tersebut di atas adalah penting di dalam kerangka kerja kebijakan dan rencana kegiatan yang realistis. Aspek tersebut akan dibahas di dalam dokumen ini. Rencana kegiatan harus mencakup strategi, tugas, sasaran, pemantauan dan evaluasi secara rutin. Kebijakan dan rencana merupakan dokumen aktif yang harus selalu ditinjau ulang.

  1. Pemantauan dan Evaluasi

Dalam proses mencapai tujuan perpustakaan sekolah, pihak manajemen harus secara kontinyu memantau kinerja layanan untuk menjamin bahwa strategi yang digunakan mampu mencapai berbagai sasaran yang telah ditentukan. Kegiatan pembuatan berbagai statistik harus dilakukan secara berkala guna mengetahui arah perkembangan. Evaluasi tahunan hendaknya mencakup semua bidang kegiatan yang dimuat dalam dokumen perencanaan dan meliputi butir berikut:

  1. apakah kinerja layanan mencapai sasaran dan memenuhi tujuan yang ditentukan perpustakaan, kurikulum dan sekolah
  2. apakah kinerja layanan memenuhi kebutuhan komunitas sekolah
  3. apakah kinerja mampu memenuhi kebutuhan yang berubah
  4. apakah sumberdaya layanan kinerja tercukupi
  5. dan apakah pembiayaan layanan kinerja efektif.

Indikator kinerja utama berikut  ini merupakan alat yang berguna untuk  memantau dan mengevaluasi pencapaian tujuan perpustakaan:

Indikator penggunaan:

  1. pinjaman per anggota komunitas sekolah (dinyatakan per murid dan per tenaga pendidik )
  2. jumlah kunjungan perpustakaan per-anggota komunitas sekolah (dinyatakan per murid dan per tenaga pendidik)
  3. peminjaman per butiran materi perpustakaaan (yaitu perputaran koleksi)
  4. pinjaman per jam buka perpustakaan (selama jam sekolah dan setelah jam sekolah berakhir)
  5. pertanyaan referens yang diajukansetiapanggota komunitas sekolah (dinyatakan per murid dan per tenaga pendidik)
  6. penggunaan komputer dan sumber informasi terpasang.

Indikator sumberdaya:

  1. jumlah buku yang tersedia untuk setiap anggota komunitas sekolah
  2. ketersediaan terminal/komputer mejauntuk setiap anggota komunitas sekolah
  3. ketersediaan akses terpasang komputer untuk setiap anggota komunitas sekolah

Indikator sumber daya manusia:

  1. nisbah antara staf ekuivalen tenaga penuh-waktu dengan anggota komunitas sekolah
  2. nisbah antara staf ekuivalen tenaga penuh-waktu dengan penggunaan perpustakaan

Indikator kualitatif:

  1. survei kepuasan pengguna
  2. kelompok fokus (focus groups)
  3. kegiatan konsultasi

Indikator biaya:

  1. biaya per unit untuk berbagai fungsi, layanan dan kegiatan
  2. biayastaf per fungsi (contoh, peminjaman buku)
  3. jumlah biaya perpustakaan untuk setiap anggota masyarakat sekolah
  4. jumlah biaya perpustakaan yang dinyatakan dalam prosentase dari jumlah anggaran sekolah
  5. biaya media yang dinyatakan dalam prosentase jumlah anggaran sekolah

Indikator perbandingan:  Tolok ukur data statistik dibandingkan dengan layanan perpustakaan yang relevan serta terbandingkan di sekolah lain dengan besaran dan karakteristik yang sama.

 


 

BAB II

SUMBER DAYA

“Perpustakaan sekolah harus memperoleh dana yang mencukupi dan berlanjut untuk tenaga yang terlatih,materi perpustakaan, teknologidan fasilitas serta aksesnya harus bebas biaya”

  1. Pendanaan dan Anggaran Perpustakaan Sekolah

Untuk menjamin agar perpustakaan memperoleh bagian yang adil dari anggaran sekolah , butir berikut penting artinya:

  1. memahami proses penganggaran sekolah
  2. menyadari jadwal siklus anggaran
  3. mengenal siapa yang menjadi tenaga penting
  4. memastikan bahwa segala kebutuhan perpustakaan teridentifikasi.

Dalam merencanankan anggaran komponen rencana anggaran berikut mencakup:

  1. biaya pengadaan sumberdaya baru (misalnya, buku, terbitan berkala/majalah dan bahan terekam/tidak tercetak); biaya keperluan promosi (misalnya, poster)
  2. biaya pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan keperluan administrasi
  3. biayaberbagai aktivitas pameran dan promosi
  4. biaya penggunaan teknologi komunikasi dan informasi (ICT), biaya perangkat lunak dan lisensi, jika keperluan tersebut belum termasuk di dalam biaya teknologi dan komunikasi informasiumum di sekolah.

Sebagai ketentuanumum, anggaran material perpustakaan sekolah paling sedikit adalah 5% untuk biaya per murid dalam sistim persekolahan, tidak termasuk untuk belanja gaji dan upah, pengeluaran pendidikan khusus,anggarantransportasi sertaperbaikan gedung dan sarana lain.

Biaya untuk tenaga perpustakaan mungkindapat dimasukkan di dalam anggaran perpustakaan, meskipun di sebagian sekolah hal itu lebih tepat dimasukkan di dalam anggaran staf umum. Hendaknya diperhatikan bahwa pada saat menghitung biaya tenaga untuk perpustakaan, maka pustakawan sekolah perlu dilibatkan. Jumlah uang yang tersedia untuk ketenagaan berkaitan erat dengan isu penting, seperti berapa lama jam buka perpustakaan dapat diselenggarakan dan standar serta bentuk layanan yang dapat diberikan. Proyek khusus dan perkembangan lainnya seperti kebutuhan rak baru memerlukan permintaan anggaran tersendiri.

Penggunaan anggaran harus direncanakan secara cermat untuk keperluan setahun serta berkaitan dengan kerangka kerja kebijakan. Laporan tahunan hendaknya dapat memberikan gambaran bagaimana anggaran telah digunakan serta kejelasan apakah jumlah uang yang digunakan untuk perpustakaan telah mencukupi untuk tugas perpustakaan serta mencapai sasaran kebijakan.

Pustakawan sekolah harus mengetahui secara jelas pentingnya anggaran yang cukup untuk perpustakaan, dan perlu menyampaikan ke manajemen senior karena perpustakaan melayani seluruh komunitas sekolah. Untuk meningkatkan anggaran perpustakaan sekolah, berikut ini perlu menjadi bahan pertimbangan:

  1. besaran tenaga perpustakaan sekolah dan koleksi perpustakaan dapat dijadikan tolak ukur pencapaian akademik
  2. murid yang mencapai nilai lebih tinggi dari standar ujian pada umumnya berasal dari sekolah yang mempunyai tenaga perpustakaan, buku dan terbitan berkala/majalah dan bahan pandang-dengar yang lebih banyak dibandingkan sekolah lainnya, tanpa memandang faktor lain seperti factor ekonomi.
  3. Lokasi dan Ruang

Peran pendidikan yang kuat dari perpustakaan sekolah harus tercermin pada fasilitas, perabotan dan peralatannya. Fungsi dan penggunaan perpustakaan sekolah merupakan factor penting untuk diperhatikan  tatkala merencanakan gedung sekolah baru dan  mereorganisasi gedung sekolah yang sudah ada. Kendati tidak ada ukuran universal untuk fasilitas perpustakaan sekolah, namun merupakan sesuatu yang bermanfaat dan membantu jika kita memiliki formula sebagai dasar dalam menghitung perencanaan, agar setiap perpustakaan yang baru didisain memenuhi kebutuhan sekolah dengan cara paling efektif. Pertimbangan berikut ini perlu disertakan dalam proses perencanaan:

  1. lokasi terpusat atau sentral,bimana mungkindi lantai dasar
  2. akses dan kedekatan,dekat semua kawasan pengajaran
  3. faktor kebisingan, paling sedikit di perpustakaan tersedia beberapa bagian yang bebas dari kebisingan dariluar
  4. pencahayaan yang baik dan cukup, baik lewat jendela maupun lampu penerangan
  5. suhu ruangan yang tepat (misalnya, adanya pengatur suhu ruangan ataupun ventilasi yang mencukupi) untuk menjamin kondisi bekerja yang baik sepanjang tahun disamping preservasikoleksi
  6. disain yang sesuai guna memenuhi kebutuhan penderita cacad fisik
  7. ukuran ruang yang cukup untuk penempatankoleksi buku,fiksi dan non-fiksi, buku sampul tebal maupun tipis, surat kabar dan majalah, sumber non-cetak serta penyimpanannya, ruang belajar, ruang baca, komputer meja, ruang pameran, ruang kerja tenaga dan meja perpustakaan
  8. fleksibitas untuk memungkinkan keberagaman kegiatan serta perubahan kurikulum dan teknologi pada masa mendatang

Daftar berbagai ruangan yang berbeda-beda berikut ini layak dipertimbangkan ketika merencanakan perpustakaan baru:

  1. kawasan ruang belajar dan riset untuk penempatan meja informasi, laci katalog, katalog terpasang, meja belajar dan riset, koleksi referensi dan dasar
  2. kawasan ruang baca informal untuk buku dan majalah yangmendorong literasi, pembelajaran sepanjang hayat, dan membaca untuk keceriaan
  3. kawasan ruang instruksional dengan kursi yang disusun untuk kelompok kecil, kelompok besar dan instruksional formal seluruh kelas, “dinding pengajaran”,dengan kawasan teknologi pengajaran dan pameran yang sesuai
  4. kawasan ruang proyek kelompok dan produksi untuk kerja fungsional dan pertemuan perorangan, kelompok maupun kelas, serta fasilitas untuk produksi media
  5. kawasan ruang administrasi untuk meja sirkulasi, ruang kantor, kawasan untuk memproses materi media perpustakaan, penyimpanan peralatan pandang-dengar, dan kawasan materi serta alat tulis kantor.
  6. Perabot dan Peralatan

Disain perpustakaan sekolah memainkan peran utama menyangkut bagaimana perpustakaan melayani sekolah. Penampilan estetis perpustakaan sekolah memberikan rasa nyaman dan merangsang komunitas sekolah untuk memanfaatkan waktunya di perpustakaan. Perpustakaan sekolah yang dilengkapi secara tepat hendaknya memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. rasa aman
  2. pencahayaanyang baik
  3. didisain untuk mengakomodasi perabotan yang kokoh, tahan lama dan fungsional, serta memenuhi persyaratan ruang, aktivitas dan pengguna perpustakaan
  4. didisain untuk menampung persyaratan khusus populasi sekolah dalam arti cara paling restriktif.
  5. didisain untuk mengakomodasi perubahan pada program sekolah, program pengajaran, serta perkembangan teknologi audio, video dan data yang muncul.
  6. didisain untuk memungkinkan penggunaan, pemeliharaan serta pengamanan yang sesuai menyangkut perabotan, peralatan, alat tulis kantor danmateri.
  7. dirancang dan dikelola untuk menyediakan akses yang cepat dan tepat waktu ke aneka ragam koleksi sumber daya yang terorganisasi.
  8. dirancang dan dikelola sehingga secara estetis pengguna tertarik dan kondusif dalam hiburan serta pembelajaran, dengan panduan dan tanda-tandayang jelas dan menarik


 

  1. Peralatan Elektronik dan Pandang-dengar

Perpustakaan sekolah mempunyai peran penting sebagai pintu gerbang bagi masyarakat masa kini yang berbasis informasi. Karena alasan inilah, maka perpustakaan sekolah harus menyediakan akses ke semua peralatan elektronik, komputer, dan pandang-dengar. Peralatan tersebut meliputi:

  1. komputer meja dengan akses Internet
  2. katalog akses publik yang di sesuaikan dengan usia dan tingkat murid yang berbeda
  3. tape-recorder
  4. perangkat CD-ROM
  5. alat pemindai (scanner)
  6. perangkat video (video players)
  7. peralatan komputer, khusus disesuaikan untuk pengguna tuna netra ataupun menderita cacad fisik lainnnya.

Perabotan komputer hendaknya didisain untuk anak-anak dan mudah disesuaikan guna meneuhi ukuran fisik yang berbeda.

Sumberdaya Materi

Ruang perpustakaan berstandar tinggi dan memiliki sejumlah besar sumber daya berkualitas tinggi merupakan hal penting. Karena alasan tersebut,maka kebijakan manajemen koleksi bersifat penting. Kebijakan ini menjelaskan  maksud, ruang  lingkup dan isi koleksi termasuk akses ke sumber eksternal.

  1. Kebijakan Manajemen Koleksi

Perpustakaan sekolah hendaknya menyediakan akses ke sejumlah besar sumberdaya yang memenuhi kebutuhan pengguna berkaitan dengan pendidikan, informasi dan pengembangan pribadi. Perkembangan koleksiyang terus menerus merupakan keharusan untuk menjamin penggguna memperoleh pilihan terhadap materi baru secara tetap. Tenaga perpustakaan sekolah harus bekerjasama dengan administrator dan guru agar dapat mengembangkan kebijakan manajemen koleksi bersama. Pernyataan kebijakan semacam itu harus berdasarkan kurikulum, kebutuhan khusus dan kepentingan komunitas sekolah, dan mencerminkan keanekaragaman masyarakat di luar sekolah. Unsur berikut hendaknya dimasukkan dalam pernyataan kebijakan:

  1. manifesto perpustakaan Sekolah IFLA/UNESCO – Misi
  2. pernyataan kebebasan intelektual
  3. kebebasan informasi
  4. tujuan kebijakan manajemen koleksi dan kaitannya pada sekolah dan kurikulum
  5. program jangka pendek dan panjang
  6. Koleksi Materi Perpustakaan

Koleksi sumber daya buku yang sesuai hendaknya menyediakan sepuluh buku permurid. Sekolah terkecil hendaknya memiliki paling sedikit 2.500 judul materi perpustakaan yang relevan dan mutakhir agar stok buku berimbang untuk semua umur, kemampuan dan latar belakang. Paling sedikit 60% koleksi perpustakaan terdiri dari buku nonfiksi yang berkaitan dengan kurikulum.

Di samping itu, perpustakaan sekolah hendaknya memiliki koleksi untuk keperluan hiburan seperti novel populer, musik, dolanan,komputer, kaset video, disk laser video, majalah dan poster. Materi semacam itu dipilih bekerja sama dengan murid agar koleksi perpustakaan mencerminkan minat dan budaya mereka, tanpa melintasi batas wajar standar etika.

  1. Sumberdaya Elektronik

Cakupan jasa harus mencakup akses pada sumber informasi elektronik yang mencerminkan kurikulum dan minat serta budaya pengguna. Sumberdaya elektronik hendaknya meliputi akses ke Internet, pangkalan data referens khusus dan teks lengkap, bermacam paket perangkat lunak komputer berkaitan dengan pengajaran. Sumber tersebut dapat diperoleh dalam bentuk CD-ROM dan DVD.

Penting untuk memilih sistim katalog perpustakaan yang dapat diterapkan untuk mengklasifikasi dan mengkatalog materi perpustakaan sesuai dengan standar bibliografis nasional dan internasional. Hal tersebut memungkinkan perpustakaan memasuki jaringan yang lebih luas. Di berbagai tempat di dunia, perpustakan sekolah dalam komunitas local mendapat manfaat karena dikaitkan bersama dalam katalog induk. Kolaborasi semacam itu dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pengolahan buku serta memudahkan kombinasi sumber daya secara optimal.


 

BAB III

KETENAGAAN (STAF)

“Pustakawan sekolah adalah tenaga kependidikan berkualifikasi serta professional yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pengelolaaan perpustakaan sekolah, didukung oleh tenaga yang mencukupi, bekerja sama dengan semua anggota komunitas sekolah dan berhubungan dengan perpustakaan umum dan lain-lainnya.”

  1. Tenaga Perpustakaan

Kekayaan dan kualitas penyelenggaraan perpustakaan tergantung pada sumber daya tenaga yang tersedia di dalam dan di luar perpustakaan sekolah. Karena alasan inilah, maka amatlah penting bagi perpustakaan sekolah memiliki tenaga berpendidikan serta bermotivasi tinggi, jumlahnya mencukupi sesuai dengan ukuran sekolah dan kebutuhan khusus sekolah menyangkut jasa perpustakaan. Pengertian “tenaga”,dalam konteks ini,adalah pustakawan dan asisten pustakawan berkualifikasi. Di samping itu, mungkin masih ada tenaga penunjang, seperti para guru, teknisi, orang tua murid dan berbagai jenis relawan. Pustakawan sekolah hendaknya memiliki pendidikan profesional dan berkualifikasi, dengan pelatihan tambahan di bidang teori pendidikan dan metodologi pembelajaran. Salah satu tujuan utama manajemen tenaga perpustakaan sekolah ialah agar semua anggota staf harus memiliki pemahaman yang jelas mengenai kebijakan jasa perpustakaan, tugas dan tanggung jawab yang jelas, kondisi peraturan yang sesuai menyangkut pekerjaan dan gaji yang kompetitif yang mencerminkan profesionalisme pekerjaan.

Sukarelawan hendaknya tidak dipekerjakan sebagai pengganti tenaga yang digaji, melainkan dapat bekerja sebagai tenaga pendukung berdasarkan kontrak yang memberikan kerangka kerja formal untuk keterlibatan mereka dalam berbagai aktivitas perpustakaan sekolah. Konsultan tingkat local dan nasional dapat digunakan sebagai penasehat luar menyangkut berbagai masalah yang berkaitan dengan pengembangan layanan perpustakaan sekolah.

  1. Peran Pustakawan Sekolah

Peran utama pustakawan ialah memberikan sumbangan pada misi dan tujuan sekolah termasuk prosedur evaluasi dan mengembangkan serta melaksanakan misi dan tujuan perpustakaan sekolah. Dalam kerjasama dengan senior manajemen sekolah, administrator dan guru, maka pustakawan ikut dalam pengembangan rencana dan implementasi kurikulum. Pustakawan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan penyediaan informasi dan pemecahan masalah informasiserta keahlian dalam menggunakan berbagai sumber, baik tercetak maupun elektronik. Pengetahuan, keterampilan dan keahlianpustakawan sekolah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekolah tertentu. Di samping itu, pustakawan hendaknya memimpin kampanye membaca dan promosi bacaan anak, media dan budaya.

Dukungan menajemen sekolah amat perlu, tatkala perpustakaan menyelenggarakan aktivitas interdisipliner. Pustakawan harus melapor langsung ke kepala sekolah atau wakilnya. Sangatlah penting serta diupayakan agar pustakawan diterima setara dengan anggota tenaga profesional dan dapat berpartisipasi dalam kelompok kerja dan ikut serta dalam semua pertemuan dalam kedudukannya sebagai kepala unit/bagian perpustakaan. Pustakawan hendaknya menciptakan suasana yang sesuai untuk hiburan dan pembelajaran yang bersifat menarik, ramah serta terbuka bagi siapa saja tanpa rasa takut dan curiga. Semua orang yang bekerja di perpustakaan sekolah harus memiliki reputasi yang baik dalam kaitannya dengan anak, kawula muda dan orang dewasa.

  1. Peran Asisten Pustakawan

Asisten pustakawan melaporkan kepada pustakawan serta membantunya sesuai dengan fungsinya.. Posisi asisten pustakawan mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kerja klerikal dan teknologi. Asisten pustakawan harus memiliki ketrampilan dasar kepustakawanan. Bila belum memiliki ketrampilan dasar kepustakawanan, maka perpustakaan sekolah akan memberikannya. Beberapa tugas pekerjaan asisten pustakawan meliputi kegiatan rutin, menyusun materi perpustakaan di rak, peminjaman, mengembalikan materi perpustakaan ke rak serta pengolahan materi perpustakaan.

  1. Kerjasama antara Guru dan Pustakawan Sekolah

Kerjasama antara guru dan pustakawan sekolah merupakan hal penting dalam memaksimalkan potensi layanan perpustakaan. Guru dan pustakawan sekolah bekerja bersama guna pencapaian hal berikut:

  1. mengembangkan, melatih dan mengevaluasi pembelajaran murid lintas kurikulum
  2. mengembangkan dan mengevaluasi keterampilan dan pengetahuan informasi murid
  3. mengembangkan rancangan pelajaran
  4. mempersiapkan dan melaksanakan pekerjaan proyek khusus di lingkungan pembelajaran yang lebih luas, termasuk di perpustakaan
  5. mempersiapkan dan melaksanakan program membaca dan kegiatan budaya
  6. mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam kurikulum
  7. menjelaskankepada para orang tua murid mengenai pentingnya perpustakaan sekolah
  8. Keterampilan Tenaga Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah adalah sebuah jasa yang ditujukan kepada semua angggota komunitas sekolah: peserta didik, guru, administrator, komite sekolah dan orang tua murid. Semua kelompok tersebut memerlukan keterampilan  komunikasi dan kerjasama secara khusus. Pengguna utama perpustakaan sekolah adalah peserta didik dan guru, di samping kelompok profesional lainnya seperti para administrator dan komite sekolah.

Kualitas dan keterampilan mendasar yang diharapkan dari tenaga perpustakaan sekolah didefinisikan sebagai berikut:

  1. kemampuan berkomunikasi secara positif dan terbuka dengan anak dan orang dewasa
  2. kemampuan memahami kebutuhan pengguna
  3. kemampuan bekerja sama dengan perorangan serta kelompok di dalam dan di luar komunitas sekolah
  4. memilikipengetahuan dan pemahamanmengenaikeanekaragamanbudaya
  5. memilikipengetahuan mengenai metodologi pembelajaran dan teori pendidikan
  6. memiliki ketrampilan informasi serta bagaimana menggunakannya
  7. memiliki pengetahuan mengenai materi perpustakaan yang membentuk koleksi perpustakaan serta bagaimana mengaksesnya
  8. memiliki pengetahuan mengenai bacaan anak,media dan ke budayaan
  9. memiliki pengetahuan serta keterampilan di bidang manajemen dan pemasaran
  10. memiliki pengetahuan serta keterampilan di bidang teknologi informasi
  11. Tugas Pustakawan Sekolah

Pustakawan sekolah diharapkan mampu melakukan tugas berikut:

  1. menganalisis sumber  dan kebutuhan informasi komunitas sekolah
  2. memformulasi dan mengimplementasi kebijakan pengembangan jasa
  3. mengembangkan kebijakan dan sistim pengadaan sumberdaya perpustakaan
  4. mengkatalog dan mengklasifikasi materi perpustakaan
  5. melatih cara penggunaan perpustakaan
  6. melatih pengetahuan dan keterampilan informasi
  7. membantumurid dan guru mengenai penggunaan sumber daya perpustakaan dan teknologi informasi
  8. menjawab pertanyaan referensi dan informasi dengan menggunakan berbagai materi yang tepat
  9. mempromosikan program membaca dan kegiatan budaya
  10. ikut serta dalam kegiatan perencanaan terkait dengan implementasi kurikulum
  11. ikut serta dalam persiapan, implementasi dan evaluasi aktivitas pembelajaran
  12. mempromosikan evaluasi jasa perpustakaan sebagai bagian dari sistem evaluasi sekolah secara menyeluruh
  13. membangun kemitraan dengan organisasi di luar sekolah
  14. merancang dan mengimplementasi anggaran
  15. mendisain perencanaan strategis
  16. mengelola dan melatih tenaga perpustakaan
  17. Standar Etika

Tenaga perpustakaan sekolah mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan standar etika yang tinggi dalam hubungannya dengan semua anggota komunitas sekolah. Semua pengguna harus diperlakuan atas dasar sama tanpa membedakan kemampuan dan latar belakang mereka. Jasa perpustakaan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna individual. Guna memperkuat peran perpustakaan sekolah sebagai lingkungan pembelajaran yang terbuka dan aman, maka tenaga perpustakaan hendaknya menekankan fungsi mereka sebagai penasihat ketimbang sebagai instruktur dalam pengertian tradisional. Artinya, yang paling penting dan utama adalah agar mereka harus mencoba untuk dapat melihat dari sudut pandang pengguna perpustakaan dan tidak bias atau cenderung pada sudut pandang mereka sendiri di dalam menyediakan jasa perpustakaan.


 

BAB IV

PROGRAM DAN KEGIATAN

“Perpustakaan sekolah bagian integral dalam proses pendidikan”

  1. Program

Di dalam program pengembangan kurikulum dan pendidikan nasional, perpustakaan sekolah hendaknya dipandang sebagai bagian penting guna memenuhi berbagai tujuan yang berkaitan dengan hal berikut:

  1. literasi informasi untuk semua, dikembangkan dan diterima secara bertahap melalui sistem sekolah
  2. ketersediaan sumber daya informasi bagi murid pada semua tingkat pendidikan
  3. membuka penyebaran informasi dan pengetahuan bagi semua kelompok murid sebagai pelaksanaan hak demokrasi dan asasi manusia

Pada tingkat nasional maupun lokal, disarankan agar memiliki program yang dirancang bangun secara khusus untuk tujuan pengembangan perpustakaan sekolah. Program tersebut mungkin meliputi tujuan dan kegiatan yang berbeda-beda menurut konteksnya. Berikut ini beberapa contoh kegiatan:

  1. mengembangkan dan menerbitkan berbagai standar dan panduan nasional dan lokal untuk perpustakaan sekolah
  2. menyediakan model perpustakaan untuk menunjukkan perpustakaan percontohan
  3. membentuk komite perpustakaan sekolah di tingkat nasional dan local
  4. mendisain kerangka kerja formal untuk kerjasama antara perpustakaan sekolah dan perpustakaan umum di tingkat nasional dan local
  5. memprakarsai dan menawarkan program pelatihan pustakawan sekolah professional
  6. menyediakan dana untukproyek perpustakaan sekolah, sepertikampanye membaca
  7. memprakarsaidan mendanai proyek penelitian yang berkaitan dengan kegiatan dan pengembangan perpustakaan sekolah
  8. Kerjasama dan Pemanfaatan Bersama dengan Perpustakaan Umum

Guna menyempurnakan jasa perpustakaan bagi anak-anak dan remaja di komunitas tertentu, disarankan agar perpustakaan sekolah bekerja sama dengan perpustakaan umum. Perjanjian kerjasama secara tertulis hendaknya mencakup butir berikut:

  1. ketentuanumum kerjasama
  2. spesifikasi dan definisi bidang kerjasama
  3. penjelasan implikasi biaya dan bagaimana biaya ditanggung bersama
  4. perkiraan waktu, yaitu untuk berapa lama kerjasama akan berlangsung

Contoh cakupan kerjasama ialah sebagai berikut:

  1. pelatihan bersama ketenagaan
  2. kerjasama pengembangan koleksi
  3. kerjasama program kegiatan
  4. koordinasi jasa perpustakaan dan jejaring elektronik
  5. kerjasama dalam pengembangan piranti/peralatan belajar dan pendidikan pemakai perpustakaan
  6. kunjungan kelas ke perpustakaan umum
  7. membaca bersama dan promosi literasi
  8. pemasaran bersama jasa perpustakaan kepada anak-anak dan remaja
  9. Kegiatan di Tingkat Sekolah

Perpustakaan sekolah harus mencakup berbagai kegiatan secara luas dan harus berperan penting guna mencapai misi dan visi sekolah. Semuanya harus ditujukan guna melayani pengguna potensial di dalam komunitas sekolah dan guna memenuhi kebutuhan tertentu dan berbeda-beda dari berbagai kelompok sasaran. Berbagai program dan kegiatan tersebut harus didisain melalui kerjasama erat dengan:

  1. kepala sekolah/guru kepala
  2. para kepala unit kerja
  3. para guru
  4. tenaga pendukung
  5. para murid

Kepuasan para pengguna perpustakaan tergantung pada kemampuan perpustakaan sekolah dalam mengidentifikasi kebutuhan pengguna perorangan maupun kelompok, serta kemampuan perpustakaan sekolah untuk mengembangkan berbagai jasa perpustakaan yang mencerminkan kebutuhan perubahan di komunitas sekolah.

Kepala Sekolah dan Perpustakaan Sekolah

Kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah dan tenaga utama yang memberikan kerangka kerja dan suasana untuk mengimplimentasi kurikulum, kepala sekolah hendaknya mengakui pentingnya jasa perpustakaan sekolah yang efektif serta mendorong pemanfaatannya. Kepala sekolah hendaknya bekerja erat dengan perpustakaan dalam mendisain rencana pengembangan, terutama dalam bidang program literasi informasi dan promosi membaca. Pada saat rencanadilaksanakan, kepala sekolah hendaknya menjamin penjadwalan waktu dan sumber daya yang luwes untuk memungkinkan guru dan murid mengakses ke perpustakaan beserta layanannya.

Kepala sekolah hendaknya juga memastikan adanya kerjasama antaraguru dan tenaga perpustakaan. Kepala sekolah harus memastikan bahwa pustakawan sekolah ikut serta dalam kegiatan pengajaran, perencanaan kurikulum, pengembangan tenaga berlanjut, evaluasi program dan asesmen pembelajaran murid. Di dalam evaluasi sekolah secara menyeluruh, kepala sekolah hendaknya memasukkan evaluasi perpustakaan (lihat Bab 1) dan menekankan sumbangan penting jasa perpustakaan sekolah yang kuat dalam pencapaian standar pendidikan yang telah ditetapkan.

Kepala Unit kerja dan Perpustakaan Sekolah

Semua kepala unit kerja di sekolah, masing-masing bertanggung jawab melakukan pekerjaan secara professional dan hendaknya bekerja sama dengan perpustakaan agar semua sumber informasi dan jasa perpustakaan mencakup kebutuhan khusus bidang subjek dari unit kerja. Seperti halnya dengan kepala sekolah, makakepala unit kerja hendaknya melibatkan perpustakaan dalam perencanaan pengembangan dan memberikan perhatian khusus ke perpustakaan sebagai bagian penting dari lingkungan pembelajaran dan sebagai pusat sumber daya pembelajaran.

Guru dan Perpustakaan

Filosofi pendidikan guru membentuk landasan ideologis pemikiran mengenai pemilihan metode pengajaran. Beberapa metode yang berlandaskan sudut pandang tradisional yang berpendapat bahwa guru dan buku ajar sebagai sumber pembelajaran paling penting tidak mengandalkan peran perpustakaan sekolah dalam proses pembelajaran. Bila sudut pandang ini digabungkan dengan keinginan kuat untuk menutup ruang kelas dan melakukan pengawasan ketat pada aktivitas pembelajaran murid,maka perpustakaan akan semakin jauh dari pikiran para guru tersebut sebagai pendukung kuat informasi. Bahkan jika sebagian besar guru berpihak pada ideologi guru sebagai ’bank pendidikan’dan karena itu memandang murid sebagai gudang pasif yang perlu di isi dengan cara mentransfer pengetahuan yang ada di benak guru ke murid, tetap penting bagi perpustakaan untuk menemukan perannyasebagai jasa pendukung yang dikaitkan dengan kurikulum. Strategi yang berguna untuk membangun kemitraan dalam pembelajaran pada kerangka pemikiran tradisional sebagaimana telah diuraikan di atas,dapat diupayakan dengan mempromosikan jasa perpustakaan terutama bagi guru. Promosi tersebut hendaknya menunjukkan pokok-pokok sebagai berikut:

  1. kemampuan perpustakaan untuk menyediakan sumber daya bagi para guru akan memperluas pengetahuan subjek mereka atau memperbaiki metodologi pengajaran guru.
  2. kemampuan perpustakaan untuk menyediakan sumber daya untuk berbagai strategi evaluasi dan asesmen kajian yang berbeda-beda
  3. kemampuan perpustakaan untuk menjadi mitra kerja dalam merencanakan tugas yang dikerjakan di ruang kelas
  4. kemampuan perpustakaan membantu guru menangani situasi ruang kelas yang heterogin dengan cara memberikan jasa khusus bagi mereka yang membutuhkan lebih banyak bantuan dan untuk mereka yang memerlukan lebih banyak stimulasi
  5. perpustakaan sebagai pintu gerbang ke desa global melalui jasa pinjam antar perpustakaan dan jaringan elektronik.

Guru yang memiliki pemikiran progresif dan ideologi pendidikan yang lebih terbuka, cenderung menjadi pengguna perpustakaan yang lebih tekun. Tambahan menyangkut fungsi dan kemungkinan yang telah disebutkan di atas, guru menempatkan perpustakaan sebagai tempat belajar, dan dengan bertindak demikian, guruakan bergeser dari metode pengajaran tradisional. Untuk dapat mengaktifkan murid dalam proses pembelajaran dan mengembangkan keterampilan belajar secara mandiri,guru dapat bekerja sama dengan perpustakaan dalam bidang sebagai berikut:

  1. literasi informasi dengan mengembangkan semangat bertanya darimurid dan mendidik mereka menjadi pengguna informasi yang kreatif dan kritis
  2. kerja dan tugas proyek
  3. memotivasi membaca pada semua tingkat/kelas, baik perorangan maupun kelompok

Murid dan Perpustakaan

Murid merupakan kelompok sasaran utama perpustakaan sekolah. Penting adanya kerjasama dengan anggota lain komunitas sekolah karena hal itudemiuntuk kepentingan murid. Murid dapat menggunakan perpustakaan untuk berbagai keperluan. Penggunaan perpustakaan harus dirasakan sebagai lingkungan pembelajaran yang tidak menakutkan, bebas, terbuka tempat murid dapat mengerjakan semuatugas, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok. Aktivitas murid di perpustakaan pada umumnya meliputi hal berikut:

  1. pekerjaan rumah tradisional
  2. pekerjaan proyek dan tugas pemecahanmasalah
  3. mencari dan menggunakan informasi
  4. membuat laporan dan karya untuk disajikan di depanguru atau murid


 

Penggunaan Internet

Sumberdaya elektronik yang baru merupakan tantangan tersendiri bagi pengguna perpustakaan. Penggunaan sumber daya elektronik yang baru dapat sangat membingungkan. Pustakawan dapat memberikan bantuan guna memperlihatkan bahwa sumber daya ini hanyalah sekedar alat dalam proses belajar-mengajar; yaitu merupakan alat untuk mencapai tujuan dan bukan merupakan tujuan.

Pengguna mengalami frustrasi pada saat mencari informasi, karena mereka berpikir jika mereka dapat mengakses Internet, maka kebutuhan informasinya akan terselesaikan. Kenyataannya tidaklah seperti itu. Pustakawan dapat membantu pengguna Internet dandapat mengurangi frustrasi sebagai akibat penelusuran informasi. Hal yang penting di sini adalah untuk memilih informasi yang relevan dan bermutu dari Internet dalam waktu sesingkat mungkin. Murid sendiri secara pelan-pelan namun pasti akan mengembangkan kemampuan untuk melokasi, mensintesiskan, dan memadukan informasi dan pengetahuan baru dari semua disiplin ilmu dalam koleksi sumber daya. Untuk memprakarsai dan melakukan berbagai program literasi informasi sampai berhasil merupakan salah satu tugas penting perpustakaan. (Lihat Seksi ‘Guru dan Perpustakaan’ yang telah diuraikan sebelumnya, sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut).

Fungsi Kultural Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan dapat dimanfaatkan secara informal sebagai lingkungan yang  indah, berbudaya serta merangsang yang  memiliki sumber daya berupa majalah, novel dan terbitan lain serta audio-visual. Peristiwa penting dapat diselenggarakan di perpustakaan, misalnya kegiatan pameran, kunjungan pengarang dan hari literasi internasional. Jika tersedia ruangan yang mencukupi, murid dapat menyelenggarakan pertunjukan yang diilhami oleh bacaan di depan para orang tua dan murid lainnya,dan pustakawan dapat mengorganisasi kegiatan bedah buku dan mendongeng untuk murid yang lebih muda. Pustakawan hendaknya dapat merangsang minat membaca dan mengorganisasi program promosi membaca guna mengembangkan apresiasi pada literatur. Aktivitas yang ditujukan untuk mendorong minat baca mencakup aspek kultural dan pembelajaran. Ada kaitan langsung antara tingkat kemampuan membaca dan hasil pembelajaran. Dalam pendekatannya, pustakawan hendaknya bersikap pragmatis dan luwes pada waktu menyediakan bahan bacaan bagi pengguna dan membantu preferensi pembaca perorangan dengan mengakui hak pribadi masing-masing.  Dengan membaca literatur berupa fiksi dan non-fiksi yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkatannya, maka murid dirangsang dalam proses sosialisasi dan pengembangankepribadian.

Kerjasama dengan Orang Tua Murid

Kebiasaan menyertakan orang tua dan wali murid dalam aktivitas sekolah berbeda-beda diberbagai negara. Perpustakaan dapat memberikan kesempatan penyertaan orang tua murid dalam berbagai kegiatan sekolah. Sebagai tenaga relawan, mereka dapat menolong tugas praktis dan membantu tenaga perpustakaan. Mereka dapat berpartisipasi dalam program promosi membaca, dengan menjadi motivator di rumah dalam kegiatan membaca anak-anak mereka. Mereka dapat juga ambil bagian dalam kelompok diskusi bacaan bersama anak-anak mereka dan dengan demikian memberikan sumbangan, dalam cara pembelajar unggul, hasil aktivitas membaca..Cara lain untuk melibatkan orang tua muridialah membentuk kelompok ‘sahabat perpustakaan’. Kelompok semacam ini dapat menyediakan dana ekstra untuk berbagai kegiatan perpustakaan dan dapat membantu perpustakaan untuk mengorganisasi kegiatan peristiwa kultural khusus yang memerlukan lebih banyak biaya tambahan daria pada yang dapat disediakan perpustakaan.

 


 

BAB V

PROMOSI  PERPUSTAKAAN DAN PEMBELAJARAN

  1. Promosi

Jasa dan fasilitas yang disediakan perpustakaan sekolah harus aktif dipromosikan sehingga berbagai kelompok sasaran selalu menyadari peran utamanya sebagai mitra dalam pembelajaran dan sebagai pintu gerbang kesemua jenis sumber informasi. Berbagai kelompok sasaran tersebut telah diuraikan di beberapa bab sebelumnya. Mereka adalah para kepala sekolah dan anggota kelompok manajemen  sekolah, para kepala unit kerja sekolah, guru murid, para eksekutif pemerintahan dan orang tua murid. Dengan demikian berbagai macam promosi harus disesuaikan dengan berbagai kelompok sasaran yang berbeda-beda.

  1. Kebijakan Pemasaran

Perpustakaan sekolah hendaknya mempunyai kebijakan tertulis menyangkut pemasaran dan promosi, merinci berbagai sasaran dan strategi. Kebijakan ini harus dikerjakan bersama-sama dengan manajemen sekolah dan staf pengajar. Dokumen kebijakan ini hendaknya memuat unsure berikut:

  1. Sasaran dan strategi
  2. rencana tindakan agar pasti tujuan tercapai
  3. metode evaluasi

Berbagai tindakan yang diperlukan akan berbeda-beda tergantung pada sasaran dan kondisi setempat. Beberapa isu penting diuraikan berikut ini sebagai satu cara penggambaran kebijakan :

  1. memulai dan mengoperasionalkan situs Web perpustakaan sekolah guna mempromosikan jasa perpustakaan dan terhubung dengan situs Web serta portal lain yang berkaitan
  2. menyelenggarakan berbagai pameran
  3. membuat terbitan berisi informasi mengenai jam buka, jasa dan koleksi perpustakaan sekolah
  4. mempersiapkan dan menyebarluaskan bermacam daftar sumber informasidan pamflet yang berkaitan dengan kurikulum dan berbagai topik lintas kurikulum
  5. memberikan informasi tentang perpustakaan padapertemuan murid baru dan orang tua mereka
  6. membentuk bermacam kelompok ‘sahabat perpustakaan’ bagi para orang tua murid dan lainnya
  7. menyelenggarakan pameranbuku, kampanyemembaca dan literasi
  8. membuat rambu, tanda, markayang efektif di dalam dan di luar perpustakaan
  9. menjadi penghubung ke organisasi lain setempat (misalnya,perpustakaan umum, jasa museum dan organisasisejarah setempat).

Rencana tindak tersebut hendaknya dievaluasi, dibahas ulang dan direvisi setiap tahun, dan seluruh dokumen kebijakan hendaknya dibahas bersama paling sedikit sekali setiap dua tahun.

  1. Pendidikan Pemakai

Kursus dan program berbasis perpustakaan yang ditujukan pada murid dan guru tentang bagaimana cara menggunakan perpustakaan, pada hakekatnya merupakan alat pemasaran paling efektif. Karena alasan inilah, maka sangatlah penting bahwa kursus dan pelatihan semacam itu didisain sebaik-baiknya serta mempunyai cakupan luas dan seimbang. Karena program ini memainkan peran utama di perpustakaan, maka sudahlah tepat memperhatikannya sebagaimana telah diuraikan pada Bab 4. Namun demikian aspek pemasaran semua jenis pendidikan pemakai, demikian penting sehingga lebih cocok dibahas pada bab ini.

Pelatihan yang didisain khusus untuk guru hendaknya memberikan bimbingan yang jelas mengenai peran perpustakaan di dalam kegiatan belajar-mengajar serta bantuan yang tersedia dari staf perpustakaan. Pelatihan semacam ini hendaknya secara khusus menekankan pelatihan praktis dalam mencari informasi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan guru. Melalui pengalaman mereka dalam mencari sumber informasi yang sesuai, guru akan semakin memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana perpustakaan dapat melengkapi tugas kelas serta diintegrasikan ke topik kurikulum.

Seperti halnya dengan berbagai program di sekolah, bermacam komponen pada pelatihan bagi murid disampaikan berurutan secara logis untuk meningkatkan kemajuan dan Kesinambungan dalam pembelajaran murid. Hal ini berarti bahwa keterampilan dan sumber daya informasi harus diperkenalkan secara progresif melalui tahap dan tingkatan.

Pustakawan sekolah mempunyai tanggung jawab utama dalam berbagai program pendidikan pemakai, namun harus bekerja sama dengan para guru, dan mengusahakan agar bermacam komponen mata pelajaran dapat terkait erat sesuai kurikulum. Guru harus selalu hadir pada saat para murid mengikuti berbagai program pelatihan perpustakaan dan mereka dapat bertindak sebagai penasihat serta bekerja sama dengan pustakawan.

Di dalam pendidikan pemakai ada 3 ranah tenaga pendidikan yang perlu diperhatikan:

  1. pengetahuan mengenai perpustakaan; apa tujuannya, berbagai jasa yang tersedia, bagaimana diorganisasi serta sumber daya apa saja yang tersedia
  2. keterampilan mencari dan menggunakan informasi, menggunakan motivasi untuk mendayagunakan perpustakaan untuk belajar pembelajaran secara formal maupun informal.
  3. Model Program Keterampilan Studi dan Literasi Informasi

Filosofi

Murid yang melek informasi hendaknya pembelajar mandiri yang kompeten. Mereka sadar dan mengenai kebutuhan informasinya dan secara aktif terlibat kegiatan dunia ide. Mereka hendaknya menunjukkan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk memecahkan masalah dan tahu informasi yang relevan dengan hal itu. Mereka hendaknya mampu mengelola perangkat teknologi untuk mengakses informasi dan berkomunikasi. Mereka hendaknya mampu untuk bekerja dengan nyaman dalam situasi di mana terdapat beberapa jawaban jamak, termasuk jika tidak ada jawaban sama sekali. Mereka hendaknya memegang teguh standar yang tinggi dalam pekerjaannnya dan serta menciptakan produk berkualitas. Murid melek informasi hendaknya luwes, mampu beradaptasi terhadap perubahan, serta mampu bekerja baik secara perorangan maupun bekerja kelompok.

Panduan literasi informasi menyediakan bagi semua murid proses pembelajaran yang dapat ditransfer secara lintas kawasan isi juga dari lingkungan akademik ke kehidupan nyata. Panduan ini menguraikan hal berikut ini:

  1. murid hendaknya mengkonstruk makna dari informasi
  2. murid hendaknya menciptakan produk bermutu
  3. murid hendaknya belajar mandiri
  4. murid hendaknya berpartisipasi secara efektif sebagai anggota kelompok kerja
  5. murid hendaknya menggunakan informasi dan teknologi informasi secara bertanggung jawab dan etis.

Keterampilan belajar dapat memberikan kontribusi kepada ‘filosofi’ ini agar terus berlangsung dan dicakup dalam daftar berikut ini:

  1. keterampilan belajar arahan sendiri
  2. keterampilan bekerjasama
  3. keterampilan merencanakan
  4. keterampilan melokasi dan pengumpulan
  5. keterampilan menyeleksi dan menilai
  6. keterampilan mengorganisasi dan merekam
  7. keterampilan mengkomunikasikan dan melaksanakan
  8. mengevaluasi.

Keterampilan Belajar Arahan Sendiri

Keterampilan belajar arahan sendiri sendiri sangat kritis dalam pengembangan pembelajaran sepanjang hayat.Para peserta didik mandiri harus mampu menciptakan sasaran informasi secara jelas serta mengelola perkembangannya agar tujuan tercapai. Mereka hendaknya mampu menggunakan sumber media untuk kebutuhan serta pribadi, mencari jawaban atas pertanyaan, menimbang perspektif alternatif dan mengevaluasi sudut pandang yang berlainan. Mereka hendaknya mampu bertanya untuk memperoleh bantuan dan mengetahui organisasi dan struktur perpustakaan. Pustakawan memainkan peran penting sebagai mitra pembelajar, menasehati, para murid pada tahap aktivitas pembelajaran.

Keterampilan Bekerjasama

Perpustakaan sekolah merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang beraneka ragam dengan sumber dan teknologi yang bermacam-macam. Jika beberapa murid bekerja dalam suatu kelompok, mereka belajar untuk mempertahankan pendapat serta bagaimana mengkritik berbagai pendapat secara konstruktif. Mereka mengakui ide yang berbeda dan menghormati latar belakang dan gaya pembelajaran orang lain. Di samping itu, mereka menciptakan berbagai proyek yang mencerminkan berbagai perbedaan individual dan memberikan sumbangan dalam mensintesiskan tugas perorangan menjadi produk akhir.

Pustakawan dapat bertindak sebagai penasihat kelompok dan memberikan bantuan sebanyak mungkin pada saat mereka menggunakan perpustakaan sebagai sumber untuk kegiatan memecahkan masalah.

Keterampilan Perencanaan

Keterampilan merencanakan merupakan prasyarat penting untuk setiap tugas penelitian, proyek, karya tulis atau topik. Pada tahap awal proses pembelajaran, aktivitas seperti curah pendapat, menyusun pertanyaan dan identifikasi kata kunci memerlukan kreativitas disamping juga praktek berkala.

Murid yang terampil dalam perencanaan hendaknya mampu mengembangkan sasaran, menjelaskan masalah yang akan dicari pemecahannya dan mendisain metode kerja untuk keperluan tersebut. Pustakawan hendaknya dilibatkan dalam proses perencanaan sejauh harapan para murid. Pustakawan diharapkan memberikan nasihat mengenai sumber daya yang tersedia dan mengenai kemungkinan adanya jawaban untuk kegiatan yang ditugaskan sejak awal proses pekerjaan tersebut.

Keterampilan Melokasi dan Mengumpulkan Informasi

Melokasi dan mengumpulkan informasi merupakan keterampilan dasar yang perlu dikuasai para murid agar mereka mampu menelusur/mencari informasi di perpustakaan sebagai pembelajar mandiri. Keterampilan ini mencakup pemahaman susunan berdasarkan abjad dan nomor, menggunakan berbagai jenis alat untuk penelusuran informasi di pangkalan data di komputer dan Internet. Diperlukan bantuan untuk menguasai keterampilan melokasi informasi. Semuanya terkait dengan kurikulum keseluruhan dan dikembangkan secara progresif dalam konteks subyek. Latihan untuk keterampilan ini hendaknya mencakup penggunaan majalah indeks, berbagai sumber rujukan dan jangkauan penuh teknologi informasi. Murid yang kompeten yang menguasai keterampilan ini akan mampu mengintegrasikan semua hasil informasi tersebut pada saat dia bekerja dengan menggunakan metode yang berbeda-beda sepertisurvei, wawancara, eksperimen, observasi dan kajiansumber. Pustakawan hendaknya mendisain pelatihan keterampilan melokasi dan mengumpulkan informasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus perorangan maupun kelompok. Disain tersebut hendaknya dikerjakan bersama guru.

Secara umum, pelatihan keterampilan semacam itu merupakan bagian paling penting dalam pendidikan pemakai di perpustakaan.

Keterampilan Memilih dan Menilai Informasi

Murid perlu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan evaluatif. Bersama-sama dengan keterampilan yang telah diuraikan di depan, keterampilan ini penting artinya untuk memperoleh hasil optimal dari penggunaan perpustakaan. Program yang didisain guna meningkatkan keterampilan ini, hendaknya mencakup latihan berikut ini:

  1. membentuk pertanyaan yang tepat
  2. mengidentifikasi sumber informasi yang diperkirakan dapat digunakan
  3. menggunakan bermacam-macam strategi
  4. menentukan perkiraan kesesuaian waktu
  5. membuat berbagai etika.

Pustakawan hendaknya secara khusus memfokuskan pada bimbingan murid dalam hal bagaimana mencari informasi otoritatif, terkini dan relevan serta bagaimana mendeteksi setiap bias atau ketidaktepatan. Sejumlah besar cakupan sumber informasiperlu diperiksa, dibandingkan dan dinilai guna memastikan bahwa hipotesis serta kesimpulan terbentuk berdasarkan landasan pengetahuan yang luas. Murid yang kompeten hendaknya mampu mengidentifikasi kriteria berkaitan otoritas, kelengkapan, format dan relevansi, sudut pandang, keandalan dan kesesuaian waktu.

Keterampilan Mengorganisasi dan Mencatat Informasi

Konsepsi tradisional mengenai fungsi perpustakaan seringkali hanya sebatas kegiatan mengumpulkan dan memilih informasi. Kegiatan mengorganisasi dan menggunakan informasi belum diakui sepenuhnya. Akan tetapi, di perpustakaan sekolah, kegiatan tersebut merupakan kegiatan penting sama pentingnya dengan titik awal. Pustakawan hendaknya membantu murid dalam pengembangan keterampilan ini bila mereka mengerjakan proyek dan tugas lain. Karena alasan ini, maka pustakawan hendaknya seorang pakar dalam kaidah struktural laporan proyek dan membantu murid mengenai bagaimana menulis tajuk, bab dan daftar pustaka. Di samping itu, ketrampilan muridmeringkas, mengutip dan menulisdaftar bacaansecara lengkap dan akurat,hendaknya dikembangkan di perpustakaan serta dibantu oleh pustakawan. Murid yang kompeten hendaknya sanggupmembuat catatan,menyimpan informasidan menjadikannyasiap untuk digunakan.

Keterampilan Berkomunikasi dan Realisasi

Mengintepretasikan informasi dan memanfaatkannya pada waktu mengerjakan proyek dan tugas merupakan dua keterampilan pembelajaran yang paling sulit. Dengan menguasai keterampilan ini, akan dapat terlihat apakah muridbenar-benar memahami informasiyang mereka sajikan atau tidak. Mentransformasikan informasi yang telah terkumpul agar benar-benar dipahami orang lain merupakan aktivitas penuh tantangan. Murid yang kompeten hendaknya sanggup memproses informasi sesuai urutan berikut:

  1. mengintegrasikan informasi yang berasal dari bermacam-macam sumber
  2. membuathubungan berbagai informasi yang terkumpul
  3. membuat kesimpulan
  4. membentuk makna
  5. membentuk keterkaitan dengan pengetahuan sebelumnya.

Lebih lagi, murid yang kompeten hendaknya dapat melakukan hal berikut:

  1. berkomunikasi secara jelas
  2. menyatakan tujuan dan kriteria yang telah ditetapkan
  3. mendemonstrasikan presentasi secara efektif.

Peran pustakawan di sinilah memberi nasihat dan melatih murid mengenai aktivitas tersebut sertamenciptakan lingkungan belajar di perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan bantuan murid

Keterampilan Mengevaluasi

Tahap terakhir proyek pembelajaran muridterdiri dari proses mengevaluasi dan hasil evaluasi. Amatlah penting bagi murid melakukan pemikiran kritis mengenai usaha mereka dan apa yang telah mereka capai. Karena itu murid yang kompeten hendaknya mampu menyelesaikan hal berikut :

  1. menghubungkan hasil kegiatan dengan apa yang direncanakan dan menentukan apakah hasil kegiatan telah mencapai tujuannya
  2. menentukan kekuatan dan kelemahan proyek
  3. memperlihatkan perbaikan dan implikasinya untuk tugas masa yang akan datang

Pustakawan hendaknya dilibatkan dalam proses evaluasi bersama guru atas dasar dua alasan. Pertama, agar diketahui bagaimana perpustakaan telah dikelola guna memenuhi kebutuhan pemakai. Alasan kedua, agar pustakawan dan perpustakaan mampu berfungsi sebagai mitra pembelajaran yang aktif yang sanggup memberi gambaran mengenai hubungan antara proses pembelajaran dengan hasil akhir.


STANDAR PERPUSTAKAAN SEKOLAH

  1. Standar Sumber Daya Perpustakaan
    1. Sumber Daya Manusia
      1. Untuk sebuah perpustakaan sekolah dimana di sekolahnya terdiri dari 500 orang siswa, diperlukan minimal masing-masing satu orang guru pustakawan, teknisi pustakawan dan tenaga administrasi.
      2. Masing-masing sumber daya Manusia tersebut harus memiliki kompetensi:
        1. Kepala Perpustakaan

Kompetensi minimal memiliki latar belakang pendidikan  D2/S1 ilmu Perpustakaan, atau D2/S1 jurusan lain, dengan memiliki sertifikasi khusus di bidang keperpustakaanan.

  1. Guru Pustakawan

-          Kompetensi minimal memiliki keahlian di bidang psikologi perkembangan anak dan ilmu pendidikan.

-          Memiliki keahlian di bidang manajemen sistim informasi

-          Memiliki kemampuan menggunakan teknologi aplikasi system perpustakaan

-          Memahami konsep literasi informasi dan mampu mengajarkannya pada siswa

-          Memahami ilmu keperpustakaanan

-          Mampu mengembangkan relasi

-          Memiliki good performance dan komunikatif

  1. Teknisi Pustakawan

Kompetensi minimal memiliki latar belakang pendidikan SMA, dengan memiliki sertifikasi khusus di bidang keperpustakaanan.

  1. Tenaga Administrasi

Kompetensi minimalnya memiliki latar belakang pendidikan SMA.

  1. Sumber Daya Pendukung
    1. Koleksi
      1. Book Material

Terdiri dari buku wajib (buku ajar), buku pengayaan dan Karya siswa. Buku pengayaan sebaiknya terdiri dari buku-buku Sastra, Fiksi dan Non Fiksi, buku-buku Reference (ensiklopedi, biografi, kamus) serta buku-buku hiburan (komik, pop-up book, olahraga, kesenian, bahasa).

  1. Non Book Material

Terdiri dari peta, globe, perangkat audio-visual, cakram video, cakram audio, CD interaktif mengenai ilmu pengetahuan, agama, hiburan dan pendidikan.

  1. Perangkat Teknologi Informasi

Poin ini harus disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing, akan tetapi akan sangat baik apabila terdiri dari satu set televisi serta pemutar cakram (cd/dvd player), serta dua unit Personal Computer plus printer, yang terhubung dengan jejaring internet.

  1. Mebeulair
    1. Meja Baca

Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, sebaiknya berbentuk bundar, dengan warna-warna cerah.

  1. Kursi baca

Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, dengan warna cerah dan model minimalis sehingga menghemat ruang.

  1. Rak koleksi

Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, dengan warna cerah dan model minimalis sehingga menghemat ruang. Sebaiknya terbuat dari kayu ringan, tinggi sepinggang pemustaka sehingga bisa dipindah-pindahkan, untuk perubahan suasana.

  1. Study Carrel

Untuk pemustaka yang berusia lebih besar, akan diperlukan meja khusus untuk studi, dimana mereka memerlukan konsentrasi khusus untuk membaca. Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, warna cerah, tapi tidak mencolok mata sehingga mengganggu konsentrasi, serta pencahayaan yang melimpah.

  1. Standar Pelayanan Perpustakaan

Perpustakaan dalam pemberian layanan kepada pemustaka berbeda-beda, ada yang menggunakan layanan terbuka dan ada juga yang menggunakan layanan tertutup. Layanan terbuka dalam artinya pemustaka bisa langsung mencari sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan, sedangkan layanan tertutup artinya pemustaka tidak bisa langsung mencari sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan, melainkan petugas perpustakaan yang mencarikan dan mengambilkannya .

Perpustakaan dalam menjalankan layanannya bisa saja menerapkan kedua system tersebut, contohnya untuk buku-buku sirkulasi menggunakan system terbuka, tetapi untuk buku-buku referensi karena bersifat rujukan menerpakan system tertutup.

Dalam menjalankan pelayanannya, perpustakaan perlu memiliki dan menerapkan peraturan yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga ketertiban perpustakaan. Contoh dari tata tertib yang umum diberlakukan di perpustakaan adalah sebagai berikut;

  1. Jam buka perpustakaan: 07.00 – 15.00
  2. Pemustaka wajib memiliki kartu anggota perpustakaan
  3. Pemustaka boleh m
  4. eminjam buku maksimal 2 eksemplar selama 1 minggu
  5. Pemustaka boleh memperpanjang jangka waktu peminjaman sebanyak satu kali.
  6. Pemustaka akan dikenai denda/sanksi bila terlambat mengembalikan pinjaman sebanyak Rp.200,- per buku per harinya.
  7. Setiap kerusakan atau kehilangan oleh pemustaka harus diganti dengan buku yang sama atau seharga buku tersebut saat ini.
  8. Pemustaka wajib mengisi daftar pengunjung bila masuk ke perpustakaan
  9. Pemustaka tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan perpustakaan
  10. Pemustaka wajib menyimpan tas, topi dan jaket di tempat yang telah disediakan.
  11. Pemustaka wajib turut serta menjaga keamanan, kebersihan, kenyamanan dan ketentraman perustakaan, dan lain sebagainya.

Ragam layanan yang bisa diselenggarakan oleh perpustakaan sekolah:

  1. Layanan sirkulasi yaitu memberikan layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka
  2. Layanan keanggotaan yaitu memberikan layanan pembuatan kartu anggota perpustakaan
  3. Layanan pendidikan pemakai, yaitu memberikan layanan penerangan atau pelatihan mengenai bagaimana cara menggunakan buku, bibliografi, indeks atau ensiklopedi, serta melatih bagaimana tepatnya menggunakan perpustakaan secara baik dan benar.
  4. Layanan penyebaran informasi terbaru dan terseleksi.
  5. Layanan biblioterapi, yaitu dengan menyediakan buku-buku tertentu yang berkaitan dengan terapi itu sendiri.
  6. Layanan storytelling, yaitu membacakan buku-buku yang ada di perpustakaan.
  7. Layanan audio visual, yaitu dengan menyediakan fasilitas berbasis teknologi audio visual, seperti televisi, stereo set, vcd/dvd player, serta cakramnya.
  8. Layanan berbasis TIK, yaitu layanan berupa internet, scanning, CD ROM, rental computer, serta printing.
  9. Adanya layanan khusus pada hari-hari istimewa, misalnya pada hari kunjung perpustakaan akan diadakan lomba membaca atau menulis.
  10. Manajemen Perpustakaan

Komisi C menyimpulkan bahwa untuk bisa menciptakan sebuah perpustakaan sekolah yang baik maka dalam susunan organisasi sekolah perpustakaan harus berada langsung dibawah kepala sekolah. Hal ini dimaksudkan agar setiap ide kreatif dari kepala perpustakaan mengenai perpustakaan bisa langsung sampai ke kepala sekolah, dan kebijakan kepala sekolah mengenai perpustakaan bisa langsung sampai ke kepala perpustakaan.



EVALUASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

 

JENIS

STANDAR PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

SUMBER DAYA PERPUSTAKAAN

  1. Sumber Daya Manusia

    Untuk sebuah perpustakaan sekolah dimana di sekolahnya terdiri dari 500 orang siswa.

    Memiliki kompetensi

  • o   Kepala perpustakaan

 

 

 

  • o   Guru pustakawan

 

 

  • o   Teknisi pustakawan

 

 

  • o   Tenaga administrasi
Diperlukan minimal masing-masing satu orang guru pustakawan, teknisi pustakawan dan tenaga administrasi.

Kompetensi minimal memiliki latar belakang pendidikan  D2/S1 ilmu Perpustakaan, atau D2/S1 jurusan lain, dengan memiliki sertifikasi khusus di bidang keperpustakaanan

Kompetensi minimal memiliki keahlian di bidang psikologi perkembangan anak dan ilmu pendidikan.

Memiliki good performance dan komunikatif

Kompetensi minimal memiliki latar belakang pendidikan SMA, dengan memiliki sertifikasi khusus di bidang keperpustakaan.

Kompetensi minimalnya memiliki latar belakang pendidikan SMA.

 

Mempunyai 120 siswa, memiliki petugas perpustakaan 1 orang

Petugas perpustakaan seorang Lulusan SMK

Belum ada

Belum ada

Belum ada

 

JENIS

STANDAR PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  1. Sumber Daya Pendukung
  2. Koleksi
  • Book material
  • Non book material
  • Perangkat teknologi informasi
  1. Mebeuler
  • Meja baca
  • Kursi baca
  • Rak koleksi

 

Terdiri dari buku wajib (buku ajar), buku pengayaan dan Karya siswa.

Terdiri dari peta, globe, perangkat audio-visual, cakram video, cakram audio, CD interaktif mengenai ilmu pengetahuan, agama, hiburan dan pendidikan.

Poin ini harus disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing, akan tetapi akan sangat baik apabila terdiri dari satu set televisi serta pemutar cakram (cd/dvd player), serta dua unit Personal Computer plus printer, yang terhubung dengan jejaring internet.

Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, sebaiknya berbentuk bundar, dengan warna-warna cerah.

Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, dengan warna cerah dan model minimalis sehingga menghemat ruang.

Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, dengan warna cerah dan model minimalis sehingga menghemat ruang. Sebaiknya terbuat dari kayu

Terdiri dari buku wajib (buku ajar)

Belum ada

Belum ada

Belum ada

 

Belum ada

 

 

Rak koleksi terbuat dari kayu

 

 

JENIS

STANDAR PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  • Study carrel
ringan, tinggi sepinggang pemustaka sehingga bisa dipindah-pindahkan, untuk perubahan suasana.

Untuk pemustaka yang berusia lebih besar, akan diperlukan meja khusus untuk studi, dimana mereka memerlukan konsentrasi khusus untuk membaca. Ukuran disesuaikan dengan ukuran tubuh pemustaka, warna cerah, tapi tidak mencolok mata sehingga mengganggu konsentrasi, serta pencahayaan yang melimpah.

Belum ada

PELAYANAN PERPUSTAKAAN

  1. Sifat  Layanan
  • Layanan terbuka
  • o   Layanan tertutup

Pemustaka bisa langsung mencari sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan.

Pemustaka tidak bisa langsung mencari sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan, melainkan petugas perpustakaan yang mencarikan dan mengambilkannya.

 

 

Pemustaka bisa langsung mencari sendiri bahan pustaka yang dibutuhkan.

JENIS

STANDAR PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  • Ketentuan
  • Sanksi
  • Tata tertib perpustakaan
    • Pemustaka boleh meminjam buku maksimal 2 eksemplar selama 1 minggu
    • Pemustaka boleh memperpanjang jangka waktu peminjaman sebanyak satu kali.
    • Pemustaka akan dikenai denda/sanksi bila terlambat mengembalikan pinjaman sebanyak Rp.200,- per buku per harinya.
    • Setiap kerusakan atau kehilangan oleh pemustaka harus diganti dengan buku yang sama atau seharga buku tersebut saat ini.
    • Pemustaka wajib mengisi daftar pengunjung bila masuk ke perpustakaan
    • Pemustaka tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan perpustakaan
    • Pemustaka wajib menyimpan tas, topi dan jaket di tempat yang telah disediakan.
    • Pemustaka wajib turut serta menjaga keamanan, kebersihan, kenyamanan dan ketentraman perustakaan, dan lain sebagainya.
  1. Adanya layanan khusus, misalnya pada hari kunjung perpustakaan akan diadakan lomba.
  • Pemustaka boleh meminjam beberapa buku selama 1 minggu.
  • Pemustaka boleh memperpanjang jangka waktu peminjaman sebanyak 2 kali.

 

 

 

Jika pengembalian buku mengalami kerusakan peminjam dikenai sanksi.

 

  • Pemustaka wajib mengisi daftar pengunjung bila masuk ke perpustakaan
  • Pemustaka tidak boleh membawa makanan/minuman ke dalam perpustakaan
  • Pemustaka wajib menyimpan tas, topi dan jaket di tempat yang telah disediakan.
  • Pemustaka wajib turut serta menjaga keamanan, kebersihan, dan ketentraman perustakaan, dan lain sebagainya.
  1. b.       Kunjungan ke perpustakaan saat ada jam kosong.

JENIS

STANDAR PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  1. Jenis layanan
  • Layanan sirkulasi
  • Layanan keanggotaan
  • Layanan pendidikan pemakai
  • Layanan penyebaran informasi
  • Layanan biblioterapi
  • Layanan torytelling
  • Layanan audio visual
  • Layanan berbasis TIK
  • o   Layanan khusus
 

Memberikan layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka

Memberikan layanan pembuatan kartu anggota perpustakaan

Memberikan layanan penerangan atau pelatihan mengenai bagaimana cara menggunakan buku, bibliografi, indeks atau ensiklopedi, serta melatih bagaimana tepatnya menggunakan perpustakaan secara baik dan benar.

Layanan penyebaran informasi terbaru dan terseleksi.

Menyediakan buku-buku tertentu yang berkaitan dengan terapi itu sendiri.

Membacakan buku-buku yang ada di perpustakaan.

Menyediakan fasilitas berbasis teknologi audio visual, seperti televisi, stereo set, vcd/dvd player, serta cakramnya.

Layanan berupa internet, scanning, CD ROM, rental computer, serta printing.

 

 

Memberikan layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka

Memberikan layanan pembuatan kartu anggota perpustakaan

Belum ada

Belum ada

Belum ada

Belum ada

Belum ada

Belum ada

 

 

JENIS

STANDAR PERPUSTAKAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN

Susunan organisasi perpustakaan sekolah

Harus berada langsung dibawah kepala sekolah. Perpustakaan dikelola oleh seorang petugas penjaga perpustakaan.


KESIMPULAN

Pengembangan perpustakaan yang optimal akan menempatkan  perpustakaan pada fungsi yang sebenarnya, hal yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan perpustakaan:

  1. Misi dan kebijakan dalam perpustakaan
  2. Sumber daya yang terlibat
  3. Ketenagaan yang sesuai dengan tupoksinya
  4. Program dan kegiatan yang menunjang manfaat perpustakaan
  5. 5.      Promosi dan pembelajaran

Hasil evaluasi perpustakaan dengan acuan standar nasional perpustakaan sekolah dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Hasil evaluasi berdasarkan sumber daya manusia
    1. Jumlah sumber daya manusia masih belum mencukupi
    2. Kompetensi dari sumber daya manusianya masih seadanya (belum sesuai dengan kriteria seperti yang tercantum dalam standar nasional perpustakaan)
  2. Hasil evaluasi berdasarkan sumber daya pendukung, meliputi:
    1. Koleksi

Book material, belum tersedia sesuai kebutuhan siswa

Non book material, sama sekali belum terdapat di perpustaan sekolah

Perangkat teknologi informasi, belum tersedia (PLN masih menjadi harapan)

  1. Mebeulair

Meja baca, belum tersedia pengunjung membaca tanpa meja dan kursi

Kursi baca, belum tersedia pengunjung membaca tanpa meja dan kursi

Rak koleksi, tersedia sesuai dengan jumlah koleksi

Study carrel, belum diperlukan di perpustakaan yang sangat terbatas jenis dan jumlah bukunya

  1. Hasil evaluasi berdasarkan standar pelayanan perpustakaan, meliputi:
    1. Jam buka, sudah sesuai dengan standar
    2. Ketentuan perpustakaan, sudah sesuai dengan standar nasional perpustakaan
  1. Hasil evaluasi berdasarkan layanan yang diselenggarakan perpustakaan

Belum ada layanan yang diselenggarakan oleh perpustakaan sekolah.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka selektif American Association ofSchool Librarians,Information power: guidelines for school library media programs. ACET, 1988.

Pernyataan kebijakan mengenai. Lietrasi informasi, Literasui informasi elektronik,  pembelajaran dan kurikulum berbasis sumber daya informasi, penyediaan sumber daya informasi, Undang-Undang Hak Perpustakaan Sekolah, Pendanaan pusat sumber daya perpustakaan sekolah, Kualifikasi guru pustakawan

Haycock, Ken & Blanche Woolls. School librarian ship: International perspectives & issues. Hi Willow Research Publishing/ IASL, 1997.

ISBN 1 89086 122 7 IFLA/UNESCO The school library manifesto: the school library in teaching and learning for all.IFLA, 2000

Library Services for Education, Central to excellence: guidelines for effective school libraries. Leicester shire County Council, 2002.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s